Blog ini merupakan media pemenangan JOKOWI FOR PRESIDENT (JOKOWI PRESIDENKU)
Saturday, April 19, 2014

Karena tilep dana aksi, Fadli Zon dipukuli Prabowo

Karena tilep dana aksi, Fadli Zon dipukuli Prabowo
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Karena tilep dana aksi, Fadli Zon dipukuli Prabowo yang dikirim milis SiaR beberapa waktu lalu

Kabar teredahsyat kembali datang dari Fadli Zon, dimana beliau pernah dipukul Prabowo Subianto, karena menilep dana aksi tandingan yang dikucurkan Prabowo Subianto untuk melawan aksi mahasiswa di Gedung DPR/MPR bulan Mei 1998 silam

Dalam sebuah milis yang dikirim SiaR, Fadli Zon mengorganisir massa yang terdiri atas para pesilat SMI binaan Prabowo Subianto, para preman Tanah Abang, remaja Masjid dan pemuda Tanjung Priok untuk melawan aksi mahasiswa di Gedung MPR/DPR yang diotaki serta dibiayai Prabowo Subianto yang saat itu menjabat Panglima Kostrad. Prabowo Subianto, menurut sejumlah sumber SiaR, saat itu mengeluarkan dana Rp 900 juta untuk membiayai aksi tersebut dan dikelola Fadli Zon, namun dana tersebut ternyata tidak dibagikan seluruhnya kepada para peserta aksi, dimana ada uang ratusan juta rupiah yang masuk ke kantong Fadli Zon sendiri dan akhirnya sampai ke telinga Prabowo Subianto karena laporan sejumlah remaja Masjid yang ikut dalam aksi tandingan tersebut

Prabowo Subianto sendiri saat itu dikabarkan marah, apabila setelah beliau juga mendengar laporan bahwa Fadli Zon telah menceritakan hal-hal buruk mengenai pribadi Prabowo Subianto kepada sejumlah tokoh ICMI, khususnya setelah beliau dicopot dari jabatan Panglima Kontrad. Selama beberapa hari Prabowo Subianto mencari-cari mahasiswa Fakultas Sastra Rusia UI tersebut dan saat bertemu, Fadli Zon dihajar sendiri oleh Prabowo Subianto hingga babak belur dan harus dilarikan ke rumah sakit

Milis yang dikirim SiaR tersebut juga mengungkapkan bahwa berbulan-bulan sebelum kerusuhan Mei 1998, Fadli Zon yang menerima perintah dari Prabowo Subianto terus mengkampanyekan gagasan anti-Cina ke mana-mana. Di sejumlah forum PMII, perhimpunan mahasiswa Nahdlatul Ulama, Fadli Zon membujuk para aktifis PMII Jawa Timur untuk ikut berkampanye anti-Cina dan Prabowo Subianto sendiri kepada sejumlah wartawan asing mengakui bahwa ia anti Cina dan anti Kristen, padahal ada darah Cina mengalir di tubuh Prabowo Subianto dari pihak ibunya, istri begawan ekonomi Orde Baru Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo yang kebetulan juga penganut agama Kristen asal Sulawesi Utara dan bahkan kakak Prabowo Subianto sendiri, yaitu Bianti Djiwandono, istri mantan Gubernur Bank Indonesia beragama Kristen Katolik

Untuk info selengkapnya, silahkan baca milis yang dikirim SiaR berjudul KARENA TILEP DANA AKSI, FADLI ZON DIPUKULI PRABOWO di bawah ini



By: Lay Cao Lay

Kesaksian Basuki Tjahja Purnama alias Ahok

Kesaksian Basuki Tjahja Purnama alias Ahok
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Kesaksian Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang beredar di dunia maya

Saya lahir di Gantung, desa Laskar Pelangi, Belitung Timur dalam keluarga yang belum percaya kepada Tuhan. Beruntung sekali sejak kecil selalu dibawa ke Sekolah Minggu oleh kakek saya. Meskipun demikian, karena orang tua saya bukan seorang Kristen, ketika beranjak dewasa saya jarang ke gereja

Saya melanjutkan SMA di Jakarta dan di sana mulai kembali ke gereja karena sekolah itu merupakan sebuah sekolah Kristen. Saat saya sudah menginjak pendidikan di Perguruan Tinggi, Mama yang sangat saya kasihi terserang penyakit gondok yang mengharuskan dioperasi. Saat itu walaupun saya sudah mulai pergi ke gereja, tapi masih suka bolos juga. Saya kemudian mengajak Mama ke gereja untuk didoakan dan mujizat terjadi, Mama disembuhkan oleh-Nya! Itu merupakan titik balik kerohanian saya. Tidak lama kemudian Mama kembali ke Belitung dan saya yang sendiri di Jakarta mulai sering ke gereja mencari kebenaran akan Firman Tuhan

Suatu hari, saat kami sedang sharing di gereja pada malam Minggu, saya mendengar Firman Tuhan dari seorang penginjil yang sangat luar biasa. Ia mengatakan bahwa Yesus itu kalau bukan Tuhan pasti merupakan orang gila. Mana ada orang yang mau menjalankan sesuatu yang sudah jelas tidak mengenakan bagi dia? Yesus telah membaca nubuatan para nabi yang mengatakan bahwa Ia akan menjadi Raja, tetapi Raja yang mati di antara para penjahat untuk menyelamatkan umat manusia, tetapi Ia masih mau menjalankannya! Itu terdengar seperti suatu hal yang biasa-biasa saja, tetapi bagi saya merupakan sebuah jawaban untuk alasan saya mempercayai Tuhan

Saya selalu berdoa, "Tuhan, saya ingin mempercayai Tuhan, tapi saya ingin sebuah alasan yang masuk akal, cuma sekedar rasa doang saya tidak mau." dan Tuhan telah memberikan PENCERAHAN kepada saya pada hari itu. Sejak itu saya semakin sering membaca Firman Tuhan dan saya mengalami Tuhan

Setelah saya menamatkan pendidikan dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi pada tahun 1989, saya pulang kampung dan menetap di Belitung. Saat itu Papa sedang sakit dan saya harus mengelola perusahaannya. Saya takut perusahaan Papa bangkrut dan saya berdoa kepada Tuhan. Firman Tuhan yang pernah saya baca, yang dulunya tidak saya mengerti, tiba-tiba menjadi rhema yang menguatkan dan mencerahkan, sehingga saya merasakan sebuah keintiman dengan Tuhan. Sejak itu saya keranjingan membaca Firman Tuhan dan seiring dengan itu, ada satu kerinduan di hati saya untuk menolong orang-orang yang kurang beruntung

Papa saat masih belum percaya Tuhan pernah mengatakan, "Kita enggak mampu bantu orang miskin yang begitu banyak. Kalau satu milyar kita bagikan kepada orang akhirnya akan habis juga."

Setelah sering membaca Firman Tuhan, saya mulai mengerti bahwa charity berbeda dengan justice. Charity itu seperti orang Samaria yang baik hati, ia menolong orang yang dianiaya. Sedangkan justice, kita menjamin orang di sepanjang jalan dari Yerusalem ke Yerikho tidak ada lagi yang dirampok dan dianiaya. Hal ini yang memicu saya untuk memasuki dunia politik

Pada awalnya saya juga merasa takut dan ragu-ragu mengingat saya seorang keturunan yang biasanya hanya berdagang, tetapi setelah saya terus bergumul dengan Firman Tuhan, hampir semua Firman Tuhan yang saya baca menjadi rhema tentang justice, termasuk di Yesaya 42 yang mengatakan Mesias membawa keadilan yang dinyatakan di dalam sila kelima dalam Pancasila. Saya menyadari bahwa panggilan saya adalah justice

Berikutnya Tuhan bertanya, "Siapa yang mau Ku-utus?"

Saya menjawab, "Tuhan, utuslah aku."

Di dalam segala kekuatiran dan ketakutan, saya menemukan jawaban Tuhan di Yesaya 41. Di situ jelas sekali dibagi menjadi 4 perikop. Di perikop yang pertama, untuk ayat 1-7, disana dikatakan Tuhan membangkitkan seorang pembebas. Di dalam Alkitab berbahasa Inggris yang saya baca (The Daily Bible – Harvest House Publishers), ayat 1-4 mengatakan, "God’s providential control," jadi ini semua berada di dalam kuasa pengaturan Tuhan, bukan lagi manusia. Pada ayat 5-10 dikatakan, "Israel specially chosen," artinya Israel telah dipilih Tuhan secara khusus. Jadi bukan saya yang memilih, tetapi Tuhan yang telah memilih saya. Pada ayat 11-16 dikatakan, "nothing to fear," saya yang saat itu merasa takut dan gentar begitu dikuatkan dengan ayat ini. Pada ayat 17-20 dikatakan, "needs to be provided," segala kebutuhan kita akan disediakan oleh-Nya. Perikop yang seringkali hanya dibaca sambil lalu saja, bisa menjadi rhema yang menguatkan untuk saya. Sungguh Allah kita luar biasa

Di dalam berpolitik, yang paling sulit itu adalah kita berpolitik bukan dengan merusak rakyat, tetapi dengan mengajar mereka. Maka saya tidak pernah membawa makanan, membawa beras atau uang kepada rakyat. Tetapi saya selalu mengajarkan kepada rakyat untuk memilih pemimpin:

Yang pertama, bersih yang bisa membuktikan hartanya dari mana

Yang kedua, yang berani membuktikan secara transparan semua anggaran yang dia kelola

Yang ketiga, ia harus profesional, berarti menjadi pelayan masyarakat yang bisa dihubungi oleh masyarakat dan mau mendengar aspirasi masyarakat

Saya selalu memberi nomor telepon saya kepada masyarakat, bahkan saat saya menjabat sebagai bupati di Belitung. Pernah satu hari sampai ada seribu orang lebih yang menghubungi saya dan saya menjawab semua pertanyaan mereka satu per satu secara pribadi. Tentu saja ada staf yang membantu saya mengetik dan menjawabnya, tetapi semua jawaban langsung berasal dari saya

Pada saat saya mencalonkan diri menjadi Bupati di Belitung juga tidak mudah, karena saya merupakan orang Tionghoa pertama yang mencalonkan diri di sana dan saya tidak sedikit menerima ancaman, hinaan bahkan cacian, persis dengan cerita yang ada pada Nehemia 4, saat Nehemia akan membangun tembok di atas puing-puing di tembok Yerusalem


Kesaksian Basuki Tjahja Purnama alias Ahok
Hari ini saya ingin melayani Tuhan dengan membangun di Indonesia, supaya 4 pilar yang ada, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya wacana saja bagi Proklamator bangsa Indonesia, tetapi benar-benar menjadi pondasi untuk membangun rumah Indonesia untuk semua suku, agama dan ras. Hari ini banyak orang terjebak melihat realita dan tidak berani membangun. Hari ini saya sudah berhasil membangun itu di Bangka Belitung, tetapi apa yang telah saya lakukan hanya dalam lingkup yang relatif kecil. Kalau Tuhan mengijinkan, saya ingin melakukannya di dalam skala yang lebih besar

Saya berharap, suatu hari orang memilih Presiden atau Gubernur tidak lagi berdasarkan warna kulit, tetapi memilih berdasarkan karakter yang telah teruji benar-benar bersih, transparan dan profesional. Itulah Indonesia yang telah dicita-citakan oleh Proklamator kita, yang diperjuangkan dengan pengorbanan darah dan nyawa

Tuhan memberkati Indonesia dan Tuhan memberkati rakyat Indonesia

By: Lay Cao Lay
Friday, April 18, 2014

Jokowi Akan Paparkan Visi dan Misi dalam Waktu Dekat

Jokowi Akan Paparkan Visi dan Misi dalam Waktu Dekat
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Jokowi Akan Paparkan Visi dan Misi dalam Waktu Dekat

Sebagaimana telah diketahui bersama, capres PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi menyatakan bahwa beliau akan menyampaikan visi dan misi sebagai capres pasca pileg, namun hal tersebut urung dilakukan oleh Jokowi

"Rencananya kan minggu ini, tapi kan sekarang libur," ungkap Jokowi saat ditanya visi dan misi oleh wartawan di kediamannya, Jl. Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu

Rencananya visi dan misi tersebut akan disampaikan bertahap setiap pekannya, dimana setiap satu pekan akan ada satu tema yang disampaikan

"Saya nggak mau sampaikan sekarang, nanti takut ditiru yang lain," kelakar Jokowi di depan pintu rumahnya beberapa waktu lalu

Sebelumnya Jokowi menyatakan telah menyiapkan tim ahli yang akan membantu menyusun visi dan misi, namun Jokowi tidak menyebutkan siapa saja yang masuk dalam tim tersebut

"Ada timnya," tutup Jokowi

By: Lay Cao Lay

Kabinet Jokowi Akan Dominan Para Profesional, Bukan Politisi

Kabinet Jokowi Akan Dominan Para Profesional, Bukan Politisi
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Kabinet Jokowi Akan Dominan Para Profesional, Bukan Politisi

Sebagaimana telah diketahui bersama, capres PDI Perjuangan Jokowi mencari teman koalisi yang mau diajak kerjasama tanpa meminta jatah kursi menteri, karena jika kelak terpilih, Jokowi menginginkan kabinetnya lebih banyak diisi oleh kalangan profesional, bukan politisi

"Jokowi akan merekrut lebih banyak orang profesional daripada politisi parpol, bahkan dari PDIP sendiri," ungkap Jubir PDI Perjuangan Eva Sundari beberapa waktu lalu

Eva Sundari menegaskan bahwa Jokowi menginginkan kabinetnya tidak terbelenggu banyak kepentingan politik, dimana parpol yang ingin bekerja sama dengan PDI Perjuangan harus memahami tawaran koalisi dari Jokowi

"Keinginan beliau bahwa komposisi kabinet mendatang adalah kabinet kerja, bukan kabinet bagi-bagi kursi timses," lanjut Eva Sundari

Sistem penawaran jatah kursi menteri untuk parpol yang akan diajak berkoalisi dianggap tidak tepat, karena rawan dengan benturan kepentingan politik dalam perjalanan pemerintahan nantinya

"Jokowi ingin membiasakan yang benar, bukan membenarkan kebiasaan. Jokowi berharap idenya ini mendapat dukungan rakyat dan media untuk menempuh jalan yang benar demi rakyat," tutup Eva Sundari

By: Lay Cao Lay

Pengumuman Cawapres Jokowi 15 Mei 2014

Pengumuman Cawapres Jokowi 15 Mei 2014
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Pengumuman Cawapres Jokowi 15 Mei 2014

Sebagaimana telah diketahui bersama, sosok pendamping capres PDI Perjuangan Jokowi masih berada di balik tabir misteri dan baru akan diungkap menjelang pendaftaran capres cawapres ke KPU. Jubir PDI Perjuangan Eva Sundari menyatakan bahwa saat ini partainya masih mendengarkan masukan serta menggodok nama-nama cawapres untuk Jokowi dan akan ditutup sebelum 15 Mei 2014

"Diskusi masih terbuka hingga 15 Mei yaitu saat cawapres diumumkan," ungkap Eva Sundari beberapa waktu lalu

Saat ini pembahasan cawapres Jokowi telah mengerucut ke lima nama, dimana Jokowi mengungkapkan bahwa dari lima nama tersebut ada yang sudah beredar di media, namun ada juga yang belum. Lima nama tersebut terdiri dari berbagai latar belakang mulai dari kalangan pengusaha, militer hingga musisi

"Lebih muda dan ada yang lebih tua. (Jumlah) lebih muda lebih banyak dikit," tutup Jokowi

By: Lay Cao Lay

Aku Iso Opo, Dorr !

Aku Iso Opo, Dorr !
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Aku Iso Opo, Dorr !

Kabar terdahsyat kembali datang dari PDI Perjuangan, dimana sastrawan yang juga politisi PDI Perjuangan Fahmi Habcy membalas kritikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon (yang sebelumnya menyindir secara politis melalui puisinya berjudul "Raisopo") lewat sebuah puisi berjudul "Aku Iso Opo"

Di bawah ini merupakan isi puisi Fahmi Habcy yang diperuntukkan khusus untuk Fadli Zon

Aku Iso Opo

Aku bisa angkut lawan tapi wajibku tawan
Aku bisa melesat bintang tapi negeri mencabut dengan lantang

Aku tak bisa susah karena terbiasa mudah
Aku tak bisa salah karena terbiasa marah
Aku tak bisa blusuk karena takut kutu busuk
Aku teriak cinta negeri asal sumberalam tuk kusendiri
Aku entah dimana saat bangsaku merana
Aku pulang rakyat masih menentang
Aku pun bukan ksatria dalam "perang kembang"
Tapi mungkin ratu adil di negeri para cakil

Aku iso :
Bukan mimpin kotamadya
Karena hargaku jauh diatas rata-rata
Bukan pula gubernur
Karena itu tak buatku makmur
Diatas Equestrian didepan boneka-boneka kuteriak :
"Aku iso mimpin negeri !"
Jangan tanya aku iso opo?
Dorrr.......!!!

Lenteng Agung, 16 April 2014

Fahmi Habcy

By: Lay Cao Lay
Thursday, April 17, 2014

Karunia Itu Bernama Jokowi

Karunia Itu Bernama Jokowi
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Karunia Itu Bernama Jokowi

Zhorro, begitulah dia menjuluki dirinya, bukanlah ahli merangkai kata, namun Zhorro telah berbagi cerita kasih kepada 362.000 anggota group Facebook Relawan Jokowi Presiden 2014 mengenai salah satu pengalamannya selama 7 tahun mendampingi Jokowi sewaktu beliau menjabat Walikota Surakarta (Solo)

Waktu itu kurang lebih jam 7 pagi, Pak Jokowi sudah datang di kantor, namun kantor belum disapu sama Pak Slametyang adalah tukang bersih-bersih di kantor dan saat itu datang terlambat. Sebagai big boss, Pak Jokowi tahu keadaan kantor belum bersih dan tanpa menyuruh anak buah yang lain, tiba-tiba Pak Jokowi mengambil sapu, lalu disapulah kantor

Tidak lama kemudian Pak Slamet datang dan pucatlah muka Pak Slamet, saat mengetahui big boss yang menyapu kantor Pak Slamet saat itu takut dimarahi Pak Jokowi, namun Pak Jokowi hanya bertanya, "Dari mana jam segini baru datang?"

Pak Slamet menjawab, "Anak saya sakit, Pak."

Pak Jokowi hanya berkata, "Yo wis..."

Tanpa banyak omong, Pak Jokowi memanggil saya, lalu mengajak saya keluar kantor dan saat itu ternyata saya diajak ke rumah Pak Slamet bersama supir. Sepertinya Pak Jokowi ingin membuktikan kebenaran alasan yang disampaikan Pak Slamet

Sesampainya di rumah Pak Slamet, kami bertiga melihat anak Pak Slamet menderita sakit panas selama 5 hari, lalu tanpa banyak omong, anak tersebut digendong ke mobil oleh Pak Jokowi sendiri dan dibawa ke rumah sakit. Saya disuruh pulang ke kantor naik ojek dan juga diminta menyampaikan kabar ke Pak Slamet bahwa anaknya dibawa ke rumah sakit

Tatkala saya memberi kabar tersebut ke Pak Slamet, dia malah pingsan, saking terharu dan saat mengingat kejadian tersebut, saya selalu merinding

Zhorro menghentikan ceritanya, karena airmatanya berlinang dan tidak bisa menahan rasa haru serta bangganya pada Pak Jokowi

Dia memang bagian dari kita dan kita merasa bagian dari dia. Itu sebabnya, ketika ada yang mencubit dia, rasa sakit justru terjadi pada diri kita

By: Lay Cao Lay

Abraham Samad Masuk Daftar Cawapres

Abraham Samad Masuk Daftar Cawapres
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Abraham Samad Masuk Daftar Cawapres

Sebagaimana telah diketahui bersama, PDI Perjuangan mengaku tengah mempertimbangkan nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad sebagai salah satu daftar kandidat cawapres Jokowi dan selain nama Abraham Samad, nama mantan KSAD Jendral TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu juga masuk dalam daftar cawapres Jokowi

"Ada nama Abraham Samad, Ryamizard, dan lainnya," ungkap Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristianto beberapa waktu lalu

Hasto Kristianto menjelaskan bahwa kriteria yang diinginkan mendampingi Jokowi adalah yang bisa menyatu dengan capres dan dapat bekerja bersama ketika dipilih oleh masyarakat Indonesia. PDI Perjuangan tidak ingin pemerintahan yang akan datang mengalami kemerosotan wibawa negara, karena negara harus memiliki kedaulatan yang kuat. Selain itu, hukum diharapkan dapat berdiri tegak, sehingga pemerintahan ikut menjadi kuat, agar tidak terjadi kebocoran fiskal dan APBN dan cawapres yang kuat akan mengedepankan pemerintahan solid dan bersih

"Dukungan rakyat kuat," lanjut Hasto Kristianto

Menteri-menteri dalam kabinet juga harus bersih dari korupsi, dimana platform dan ideologi perjuangan harus sama

"Hal ini untuk menjadikan pemerintahan fokus bekerja dalam satu arahan presiden dan wakilnya," tutup Hasto Kristianto

By: Lay Cao Lay
Lay Cao Lay

Tak Ada Nama Hatta di Daftar Cawapres Jokowi

Tak Ada Nama Hatta di Daftar Cawapres Jokowi
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai Tak Ada Nama Hatta di Daftar Cawapres Jokowi

Sebagaimana telah diketahui bersama, peluang Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa untuk mendampingi capres PDI Perjuangan Jokowi sangat kecil dan PDI Perjuangan berhati-hati memilih cawapres karena perolehan suara dalam pemilu legislatif 9 April 2014 lalu jauh dari target, dimana berdasarkan hitung cepat berbagai lembaga survei, persentase suara PDI Perjuangan tidak mencapai 20%, sehingga PDI Perjuangan masih belum cukup suara untuk mengajukan capresnya sendiri

Perolehan suara tersebut berpengaruh terhadap rencana menduetkan Jokowi dengan Hatta Rajasa, padahal sebelum Pileg 2014 digelar, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan Puan Maharani beberapa kali bertemu Hatta Rajasa dan penjajakan sudah dilakukan, dimana nama Hatta Rajasa diperkirakan cocok untuk Jokowi, karena Jokowi pernah mengungkapkan keinginan figur cawapresnya mengerti makro ekonomi. Upaya terus dilakukan, tetapi kenyataan berbicara lain, dimana Jokowi effect tidak berpengaruh besar seperti yang diperkirakan banyak orang dan kebesaran nama mantan Wali Kota Solo tersebut tidak begitu terdengar di Pileg 2014

Persentase perolehan suara tiga partai politik (3 besar) tidak jauh berbeda berdasarkan hitung cepat berbagai lembaga survei, dimana PDI Perjuangan memperoleh 19%, Partai Golkar dengan 14% dan Partai Gerindra hanya memperoleh 11%. Partai Amanat Nasional (PAN) sendiri hanya mendapat sekitar 6 persen dan PDI Perjuangan lebih melirik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memperoleh kurang lebih 9%

"Tidak ada lagi nama Hatta dalam list (daftar) Jokowi," ungkap sumber yang tidak mau disebutkan namanya beberapa waktu lalu

Ada dua nama tersisa dalam daftar cawapres untuk Jokowi dan salah satu di antaranya mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), dimana berbagai penelitian lembaga survei menunjukkan elektabilitas Jokowi paling tinggi jika diduetkan dengan Jusuf Kalla (JK). Hatta Rajasa sendiri tidak masalah jika dirinya tidak dipinang PDI Perjuangan, karena Hatta Rajasa tetap masuk sebagai cawapres populer mengingat pengalamannya sebagai birokrat begitu banyak dan masih ada dua kandidat capres yang muncul saat ini, yaitu Prabowo Subianto dari Partai Gerindra dan Aburizal Bakrie alias Ical dari Partai Golkar. Hatta Rajasa saat ini masih menjadi cawapres terpopuler

By: Lay Cao Lay

PDIP Incar Ahok Jadi Cawapres

PDIP Incar Ahok Jadi Cawapres
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info teraktual mengenai PDIP Incar Ahok Jadi Cawapres

Sebagaimana telah diketahui bersama, menurut prediksi sejumlah pengamat politik ada tiga calon presiden (capres) yang akan memperebutkan jabatan orang nomor satu di Indonesia pada pemilihan presiden (Pilpres) 9 Juli 2014, yaitu adalah Joko Widodo alias Jokowi dari PDI Perjuangan, Prabowo Subianto dari Partai Gerindra dan Aburizal Bakrie alias Ical dari Partai Golkar

Pertanyaan menarik saat ini adalah siapa calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi ketiga capres tersebut? Menurut politisi PDI Perjuangan Aria Bima, sosok pendamping yang paling cocok bagi Jokowi adalah yang memiliki karakter seperti Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dimana PDI Perjuangan telah menemukan figur seperti yang dimiliki Ahok, yakni mempunyai karakter yang berbeda dari Jokowi

"Figur sudah mengerucut, tapi saya belum bisa mengatakan," ungkap Aria Bima

Aria Bima secara pribadi sangat mengagumi Ahok yang sebenarnya sudah sering disebut-sebut Maruarar Sirait (salah satu ketua DPP PDI Perjuangan) sebagai calon yang cocok untuk mendampingi Jokowi

"Ahok juga kami lirik, karena dia sangat pas dipasangkan dengan Jokowi. Keduanya bisa kerja sama," ungkap Maruarar Sirait beberapa waktu lalu

By: Lay Cao Lay